
Rabu kemaren, tgl 18 Juni 2008 Icha ikutan test IQ di sekolah dasar tempat Icha bakal sekolah nanti. Test ini merupakan suatu test yang diwajibkan pihak sekolah..katany seh..untuk mengetahui minat dan bakat anak juga kecerdasan intlegensia anak. Cuma aku juga gak tau pasti, apakah hasil test berpengaruh terhadap penempatan kelas nantinya ato tidak, secara hasil tes baru diperoleh 2 minggu setelah anak-anak sekolah nanti.
Sebenarnya deg2an sih menghadapi anak mo ikut tes.. malah mungkin mamanya yang lebih berdebar-debar-bar ketimbang anaknya. Gak ada persiapan khusus yang dilakukan Icha sebelum tes, kecuali mama, papa, nenek mendoakannya.
Tesnya dilakukan secara individual, tapi tetap orang tua diperbolehkan menunggu walau tidak duduk bersama. Ini merupakan hambatan bagi Icha karena sebentar2 selama test dia malah ngecek mamanya masih nunggu disitu ato enggak… Tesnya sendiri berlangsung selama 1 jam.
Trus, yang sekarang kepikiran apa yang harus aku lakukan bila nanti hasilnya tidak seperti yang diharapkan…
Ada beberapa yang kesimpulan yang dapat aku ambil menyangkut tes IQ pada anak, yah.. antara lain seh bagaimana:
1. Kesiapan anak itu sendiri dalam mengikuti tes, misalnya kesiapan dengan siapa anak berhadapan, apakah anak bisa langsung komunikatif dengan pengetes (psikolognya) ato anak membutuhkan waktu untuk lebih mengenal si penanya sehingga dia lebih leluasa dan mau menjawab semua pertanyaan si penanya. Nah ini kelihatannya berlaku bagi Icha yang biasanya membutuhkan waktu untuk bisa “akrab” dengan “orang asing.”
2. Stimulasi yang diberikan orang tua, keluarga, lingkungan yang juga bisa mempengaruhi hasil tes, sebab anak-anak akan lebih lancar menjawab pertanyaan bila anak telah berpengalaman/mengetahui/pernah mendengar apa yang menjadi pertanyaan si penanya (psikolog), jadi seharusnya pertanyaan dalam tes tidak berpatokan pada pertanyaan yang itu2 saja bagi semua anak.
So kesimpulanku sih, tiap anak yang dibesarkan dengan lingkungan dan stimulasi yang berbeda pastilah memiliki pengetahuan yang berbeda pula. Jadi.. penilaian Intlegensia secara angka sah-sah aja, tapi kita orang tua jangan langsung loyo melihat hasil tes IQ anak jika nantinya tidak seperti yang diharapkan.., tetap kembangkan bakat anak karena menurut aku sih.. cakupan kecerdasan anak itu sangat luas tinggal bagaimana kita lebih sensitive terhadap kemampuan si anak.. Selamat Berjuang..


Tidak ada komentar:
Posting Komentar