Tahun ini rencananya masuk Icha Sekolah Dasar (SD), selain badan udah gede umurnya juga genap 6 tahun bulan Juni nanti. Mulanya kami mau dimasuki Icha ke SD Ikal, tapi karena banyak temen2 yang bilang sekolahnya sekarang komersillah, banyak uang ini itulah, maka disepakati kalo Icha bakal dimasukkan ke SD Persit Kartika Gaperta. Walau begitu aku dan papanya pengen juga survei liat-liat dulu ke sekolahannya. Secara, ada mama temen Icha yang ngajaki masuki anak-anak ke SD Amanah di Sumarsono. Nah, karena itulah Sabtu kemaren aku, papa dan Icha survei sekolah. Inilah liputannya:
1. SD. Amanah
Sekolah pertama yang kami datangi. Letaknya di pinggir jalan Sumarsono, gedungnya berbentuk ruko gandeng, dipagar tinggi. Halamannya masih gersang dan tidak tertata apik. Waktu kami datang ternyata lagi tidak ada kegiatan belajar mengajar karena semuanya lagi outbond ke Sibolangit. Sepi, dari spanduk yang terpasang sekolah tersebut menyebutkan bahwa sekolah tersebut merupakan SD Islam plus. Sarana dan Fasilitas yang ditawarkan Bahasa Inggris, Arab, Membaca Al Qur’an, Komputer, dan beberapa kegiatan ekstrakulikuler seperti main keyboard, drum, menari, dll.
Pertimbangan Positifnya:
Pertama, karena kata mama temen Icha yang udah survei juga klsnya baru sampe kls II (baru 2 angkatan), gurunya pasti de bakal perhatian plus buat murid-muridnya, sehingga pembelajarannya lebih intensif. Kedua, kelebihan ”plus” yang ditawarkan jadi buat penasaran, secara mama pengennya Icha bisa semua-muanya... agamanya, bahasanya, sekolahnya.... SPPnya juga terjangkaulah buat ukuranku.
Pertimbangan Negatifnya:
Kalau ini mah.. , agak lebih banyak. Pertama, yang pasti tempatnya kurang menarik (emang penting..?). Bagiku ini penting, karena kalo tempatnya aja udah membosankan gimana Icha bisa bertahan sampe 6 tahun... Kedua, karena ini baru angkatan ke 2 ato 3 ya.., jadi yang mengkhawatirkan gimana kelanjutannya kalo muridnya gak banyak, mo lanjut ato bubar...? secara, biaya sekolahnya pastilah murni dari murid2nya. Ketiga, aku khawatir apa letaknya ini udah di Kodya Medan ato malah masih di Kab. Deli Serdang, karena yang aku tau selama ini masih banyak temen kerjaku yang sharing gimana susahnya mengurus sekolah anaknya hanya karena beda rayon. Keempat, yang pasti mereka belum berpengalaman dalam hal Ujian Nasional alias UAN. Belum bisa dilihat persentase kelulusannya... Nah, ini yang paling mengkhawatirkanku.
2. SD IKAL.
Sekolah kedua yang kudatangi, letaknya di jalan Jongkong, masih dekat dengan simpang Gaperta. Lokasinya lumayan luas, gedungnya bertingkat, halamannya luas bersemen, tapi lokasi halaman SD dan SMP bercampur. Kelas yang diterima ada 6 kelas (wah... banyak amat), untuk masuk diharuskan mengikuti tes IQ untuk penempatan kelas. Kok ini agak membuatku deg-degan ya..Sarana dan fasilitas yang ditawarkan bahasa inggris tk. SD, poliklinik anak, psikolog, belajar baca Al-Qur’an, ekstrakul nya menggambar, menari, dll.
Pertimbangan Positifnya:
Lokasinya lumayan, uang SPP terjangkau, fasilitasnya bolehlah, ada tes masuknya jadi anak kita gak nyasar masuk ke kelas yang gak bisa dia ikuti dan udah berpengalaman lumayan lama jadi gak khawatir bubar jalan.
Pertimbangan Negatifnya:
Muridnya terlalu banyak, apa sempat ya gurunya mengenal murid sebanyak itu. Kata orang2 sih agak komersil, dalam artian sering ada keluaran uang tambahan diluar uang sekolah. Tapi kalo ini sih aku gak terlalu mempermasalahkannya karena gimana gak pake uang, kalo uang sekolahnya juga gak mahal2 amat. Ya otomatislah untuk kegiatan lainnya kita harus kasih uang tambahan. Nah,, rumor terakhir ini yang paling buat gak enak akunya... katanya ibu-ibu muridnya itu loh.. suka kumpul2 ngerumpi, paling suka gengsi2an, suka unjuk kelebihan alias pamer... Duh...kalo ini bukan aku buanget...., jadi malah bukan mengkhawatirkan pendidikan anaknya, aku malah mengkhawatirkan diriku sendiri jadinya. Mudah2an Cuma rumor aja ya...
3. SD Panca Budi.
Ketiga kami ke Panca Budi, Jl Gatot Subroto, Sei Sikambing. Lokasi Panca Budi ini memang sangat luas, secara lokasi tersebut digunakan juga untuk sekolah tingkat SMP, SMA, SMK dan Kampus. Tapi tiap lokasi dipisahi, gak bercampur satu sama lainnya. Lokasi SD nya agak ke belakang, gedungnya sepi, entah karena libur ato karena tertib dikelas. Untuk SD nya hanya ada kelas Bilingual (Indonesia – English), yang pasti pendidikan agamanya kuat. Hanya menerima 3 kelas, yang sekelasnya terdiri dari 30 siswa yang diawasi oleh 2 orang guru per kelas, kelasnya ber AC. Juga mengikuti tes penempatan kelas.
Pertimbangan Positifnya:
Fasilitasnya pastilah terjamin, kurikulum pendidikannya baik, Bahasa Inggrisnya baik, secara dikelas juga pake English, agamanya kuat, ruang kelasnya ber AC bisa buat Icha kerasan. Gak banyak campur tangan orang tua saat anak disekolah karena orangtua hanya boleh ngantar anaknya sampe batas yang ditentukan. Siplah...semua-muanya oke deh..
Pertimbangan Negatifnya:
Walau semua-muanya udh oke, sampe buat ngiler tapi masih ada aja pertimbangan yang perlu ditimbang-timbang agak lama (alias bener2 dipikiri), biasalah yang pertama pasti masalah uang.... Untuk perekonomian aku yang masih tk. menengah (menengah ato malah kebawah ya...) uang SPP untuk tingkat SDnya masih tergolong sangat mahal walau uang masuknya masih bisa dijangkau, secara harus ditambah lagi dengan ongkos bus yang tergolong lumayan mengingat jarak sekolahnya cukup jauh. Belum lagi biaya tambahan lain misalnya untuk gambar dan berenang, padahal seusia Icha sekarang masih butuh biaya ekstra, ya misalnya aja kalo bepergian dia itu bawaannya lapar trs, pasti de minta makan diluar. Blm lagi kalo liat mainan bawaannya jadi kaku gak bisa jalan karena kepengen hi..hi..hi... Jadi pertimbangannya apa udah mampu menahan ”keinginan dan lain2nya” cuma buat sekolah.... aku blm yakin. Ada pertimbangan yang lain lagi, masih khawatir apa Icha bisa ngikuti pelajarannya, trs juga gak ada jaminan bahwa kelak anak akan lulus dengan mulus.. wah.. kok jadinya ruwet ya.. (gak ada uang ya gak ada uang titik) Blm lagi aku juga kan harus menyisihkan dana buat Lepi karna ada beberapa planning yang belum kesampaian (masih rencana loh ya..).
4. SD Persit Kartika
Ini sekolah terakhir yang kami kunjungi Sabtu ini, lokasinya di Gaperta pas dibelakang kolam renang Gaperta. Tempatnya asri, bunga dimana-mana, halamannya bersih, biasalah la wong milik tentara.. Murid yang bakal diterima paling banyak 2 kelas. Tapi sang guru gak berpromosi apa-apa tentang sekolahnya kecuali waktu aku tanya ekstraskulnya dia bilang menggambar dan menari. Ato mereka memang gak butuh promosi juga udah bakal penuh tu sekolah.
Pertimbangan positifnya:
Lokasinya bagus inilah sekolah yang terdekat dari beberapa sekolah yang kami kunjungi, secara Icha langsung suka. Muridnya gak banyak pasti diperhatikan oleh gurunya.
Pertimbangan negatifnya:
Kesannya seperti sekolah biasa banget, gak punya keunggulan apa-apa. Pendidikan agamanya juga sptnya kurang, secara dia pake sistem nasional kan, jadi pendidikan agamanya ya sebatas mengikuti kurikulum pemerintah. Kasihan juga kalo Icha cuma dikasih yang segitunya. Itu juga sih masih pendapat aku..
Kesimpulannya;
Sebenarnya aku belum bisa menyimpulkan secara pasti, secara papanya masih mo liat ulang ke SD Amanah (karena kemaren blm ketemu ama petugasnya) dan SD Ar Rahman (lokasinya di Univ. Tri Karya eks Perbanas dulu). Tapi dari keempat pilihan, saat ini yang masih jadi pilihan ya SD Ikal itu. Dan yang pasti aku milih sekolah gak ikut-ikutan sama mama temen2 Icha yang ngajak biar Icha dan anak2 mereka satu sekolah..(karena memang anak2 mereka pengen sekolah bareng Icha). Aku pikir gak papa juga kalo dia terpisah dari temen2 TKnya toh nanti dia bakal punya banyak teman. Jangan sedih ya Cha.... ntar pasti dapet teman baru. So.. dengan Bismillah, semoga dapat yang terbaik buat Icha..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar